IDXChannel - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dinilai masih memiliki fundamental bisnis yang solid dan berkelanjutan di tengah normalisasi harga batu bara global.
Phintraco Sekuritas pada Kamis (15/1/2026) menyebutkan, proyek infrastruktur logistik yang tengah dijalankan perseroan berpotensi menjadi katalis utama peningkatan efisiensi biaya dan penguatan kinerja jangka menengah hingga panjang.
Sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia, PTBA mengelola wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 65.632 hektare di Sumatera Selatan.
Perseroan memproduksi batu bara termal peringkat rendah hingga menengah, mulai dari lignit hingga sub-bituminous, dengan nilai kalor 2.800-6.100 kcal/kg GAR serta kandungan abu dan sulfur yang relatif rendah. Produk tersebut terutama dipasok untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pelanggan industri.
Selain bisnis pertambangan, PTBA juga memiliki lini usaha terintegrasi di sektor logistik berbasis kereta api dan truk, pengelolaan pelabuhan bongkar muat, fasilitas penanganan batu bara, hingga bisnis energi melalui pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.