sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Intip Prospek PTBA di Tengah Normalisasi Harga Batu Bara Dunia 

Market news editor Desi Angriani
18/01/2026 13:30 WIB
PTBA dinilai masih memiliki fundamental bisnis yang solid dan berkelanjutan di tengah normalisasi harga batu bara global.
Intip Prospek PTBA di Tengah Normalisasi Harga Batu Bara Dunia (Foto: dok PTBA)
Intip Prospek PTBA di Tengah Normalisasi Harga Batu Bara Dunia (Foto: dok PTBA)

Phintraco Sekuritas menyoroti proyek jalur kereta api Tanjung Enim-Keramasan sebagai salah satu pengungkit utama efisiensi operasional PTBA. Proyek sepanjang 158 kilometer ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II-2026, dengan progres konstruksi telah mencapai 58 persen per September 2025. 

Jalur ini dirancang memiliki kapasitas angkut hingga 20 juta ton per tahun. Seiring dengan pengoperasian jalur baru tersebut, PTBA juga melakukan peningkatan dan optimalisasi kapasitas pelabuhan. 

Kapasitas Pelabuhan Tarahan ditingkatkan dari 27,5 juta ton menjadi 28,0 juta ton per tahun, sementara Pelabuhan Kertapati naik dari 8,0 juta ton menjadi 8,5 juta ton per tahun. Proyek ini dijalankan melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Api Logistik (KALOG).

Adapun integrasi jalur kereta api baru dan peningkatan kapasitas pelabuhan akan memberikan efisiensi biaya transportasi yang signifikan melalui jarak angkut yang lebih pendek serta optimalisasi waktu pengiriman. Dampaknya, biaya logistik per ton berpotensi menurun dan struktur biaya PTBA menjadi lebih kompetitif dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari sisi kinerja keuangan, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp31,33 triliun pada sembilan bulan pertama 2025, tumbuh 2 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang kenaikan volume penjualan sebesar 8 persen menjadi 33,70 juta ton, meskipun harga jual rata-rata (ASP) turun 6 persen menjadi Rp0,91 juta per ton akibat pelemahan harga batu bara global.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement