AALI
9725
ABBA
290
ABDA
7475
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3490
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
195
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1360
AGRO-R
0
AGRS
171
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
790
AKSI
820
ALDO
1395
ALKA
334
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.85
-0.54%
-2.71
IHSG
6604.22
-0.15%
-9.84
LQ45
940.22
-0.49%
-4.60
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Puncak Makin Macet, Bogor dan Cianjur Kompak Minta Jalur Alternatif

ECONOMICS
Putra Ramadhani/Kontri
Sabtu, 18 September 2021 16:01 WIB
Kemacetan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang tersambung dengan Kabupaten Cianjur sudah seperti makanan sehari-hari.
Puncak Makin Macet, Bogor dan Cianjur Kompak Minta Jalur Alternatif. (Foto: MNC Media)
Puncak Makin Macet, Bogor dan Cianjur Kompak Minta Jalur Alternatif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kemacetan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang tersambung dengan Kabupaten Cianjur sudah seperti makanan sehari-hari. Guna mengatasinya, dua daerah bertetangga ini meminta agar ada jalur baru untuk melintasi kawasan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur mendorong agar pemerintah pusat merealisasikan pembangunan Jalur Puncak II. Hal itu sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan di Jalur Puncak eksisting.

"Kami pada intinya mendukung rencana pemerintah untuk ganjil-genap, karena sudah 36 tahun kita melaksanakan one way. Mudah-mudahan dengan program ini ada perubahan atau perbaikan. Tapi ketika kami lihat, realitanya masih ada kemacetan dengan ganjil-genap. Saya kira kita perlu solusi lain yang selalu kami gaungkan. Hari ini Pak Bupati Cianjur bahkan sangat ingin mendorong, bahwa solusi untuk kemacetan Puncak adalah Puncak II," kata Bupati Bogor Ade Yasin di Puncak, Sabtu (18/9/2021).

Ade Yasin menilai, Jalur Puncak II tak hanya mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi tetapi juga mendorong perekonomian dan pariwisata di Cianjur. Pasalnya, selama ini wilayah Cianjur terjepit di antara kemacetan di Puncak juga arah Bandung.

"Karena kalau tetap begini, ada potensi yang hilang. Karena potensi ekonomi di sini sangat bagus sekali. Di sini ada area wisata mulai Gadog sampai Cianjur ada lokasi-lokasi wisata. Butuh perhatian khusus, apalagi dua daerah ini Cianjur lokasinya kejepit antara kemacetan lalu lintas dan dari arah Bandung dan kemacetan di Bogor. Rata-rata wisatawan berhenti sampai Puncak Pass. Karena saking jauhnya, terasa jauh karena macet lama, akhirnya mereka pulang kembali, balik lagi," jelasnya.

Dengan begitu, sebetulnya wilayah yang paling terdampak yakni Cianjur. Jalur Puncak II, kata Ade Yasin, memerlukan dana kurang lebih Rp 5 triliun dari Sentul hingga tembus ke wilayah Cianjur.

"Jadi saya kira, nunggu apalagi ya. Kebutuhannya yang penting ini. Kalau secara nasional angka segitu, saya kira perkiraan Rp 5 triliun itu termasuk jembatan yang melewati berberapa sungai. Jadi perkiraanya itu adalah tuntas seluruhnya dari Bogor ke Cianjur. Untuk urusan tanah biarkan kami yang membereskan. Termasuk ke Cianjur sudah selesai, tapi tinggal infrastruktur harus dibangun segera," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti kendala di tingkat pusat sehingga Jalur Puncak II belum terealisasikan. Yang jelas, pihaknya sudah mengajukan agar segera dilakukan pembangunan.

"Bagi kami gak ada problem. Mungkin di sana anggarannya belum turun atau mungkin entah kita gak tahu persoalannya apa kenapa sulit sekali. Padahal anggarannya kalau nasional kecil. Entah macetannya di mana, karena kami selalu mengajukan dan jawabannya belum pasti," cetus Ade Yasin.

Senada dengan Ade Yasin, Bupati Cianjur Herman Suheeman mengaku pembangunan Jalur Puncak II akan berdampak positif di wilayahnya. Karena, selama ini wilayah Cipanas yang masih termasuk bagian dari kawasan Puncak semakin tersingkirkan.

"Kegiatan ini positif untuk mengingatkan begitu pentingnya pembangunan Jalur Puncak II. Yang lebih penting mengingatkan bapak-bapak di pusat agar ini benar-benar aspirasi dari bawah, ini bottom up yang sangat perlu. Kami sendiri merasa Kabupaten Cianjur merasakan begitu yang dulu Cipanas ini daerah dolan, sekarang sepi karena betul yang disampaikan oleh Ibu Bupati Bogor tadi," ucap Herman.

Saat ini, pihaknya tengah meningkatkan eksisting Jalur Puncak II di Cianjur meskipun belum optimal. Karena itu, pihaknya juga mendukung dan mendorong pemerintah pusat membangun Jalur Puncak II.

"Puncak II sekarang Kabupaten Cianjur walaupun hanya sedikit kami berupaya meningkatkan jalan eksisting. Panjangnya 9,7 kilometer dan lebar 4-5 meter. Insya Allah mudah-mudajan tahun ini saking gregetnya ingin cepat walaupun belum optimal. Sekali lagi, kami Kabupaten Cianjur mendukung dam mensupport sepenuhnya untuk pembangunan Jalur Puncak II agar segera direslisasikan," tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD