AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Punya Pabrik Baterai Mobil Listrik, Ridwan Kamil: Kepercayaan Investor pada Jabar Tinggi

ECONOMICS
Agung Bakti/Sindonews
Rabu, 15 September 2021 18:35 WIB
Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi pabrik baterai mobil listrik mencapai Rp15 triliun dan pembangunannya akan diselesaikan selama dua tahun.
Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi pabrik baterai mobil listrik mencapai Rp15 triliun . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peletakan batu pertama atau ground breaking pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021).

Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi pabrik tersebut mencapai Rp15 triliun dan pembangunannya akan diselesaikan selama dua tahun. 

"Pabrik baterai listrik ini akan menjadi yang tercanggih di Asia Tenggara," ungkap Ridwan Kamil. 

Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, kehadiran pabrik HKML Battery di Jabar juga menjadi tanda bahwa kepercayaan investor kepada Provinsi Jabar tetap tinggi meski pandemi COVID-19 masih membayangi. 

"Suatu hari mobil (warga) Jawa Barat mobil listrik semua, mobil enggak pakai bensin. Pabriknya adanya di Jawa Barat dan menandakan investor percaya diri. COVID-19 juga sudah turun," katanya. 

Kang Emil pun berharap, kehadiran pabrik baterai kendaraan listrik ini bakal. berdampak positif terhadap perekonomian lokal karena membuka banyak lapangan pekerjaan.

"Untuk regional puluhan ribu lapangan pekerjaan akan hadir," katanya. 

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, HKML Battery merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan Asia Tenggara dengan nilai investasinya mencapai US Dollar 1,1 miliar atau setara Rp15 triliun. 

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan ground breaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan, pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi US Dollar 1,1 miliar," kata Jokowi. 

Jokowi mengatakan, pembangunan pabrik ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri mengingat era kejayaan komoditas barang mentah seperti nikel sudah tidak sementereng dahulu. 

"Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi. Masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," kata Jokowi. 

HKML Battery mengubah nikel mentah menjadi barang jadi dengan nilai tambah berlipat.  Perlu dicatat, Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. 

"Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Jika jadi mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi, nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat," papar Jokowi. 

Jokowi menyebut, hilirisasi industri lewat pengembangan industri baterai bisa meningkatkan investasi karena akan ada banyak industri turunan, seperti perusahaan motor listrik hingga mobil listrik. 

"Selain itu, pengembangan industri baterai akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai, seperti investasi motor listrik, bus listrik, dan industri mobil listrik," katanya. 

Di tempat yang sama, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, HKML Battery merupakan realisasi instruksi  Presiden Jokowi agar Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri. Dia optimistis, Indonesia mampu memproduksi mobil listrik secara mandiri. 

"2022 bulan Mei paling lambat insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, ini istilah Pak Menko (Luhut) itu patenkan barang itu. Tapi insya Allah kita produksi," katanya. 

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.(TIA)
'

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD