AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Punya Utang Rp500 Triliun, PLN Tetap Untung hingga Asetnya Tembus Rp1.589 Triliun

ECONOMICS
Feby Novalius
Minggu, 13 Juni 2021 14:51 WIB
PT PLN (Persero) mencatat nilai aset hingga 2020 mencapai Rp1.589 triliun. Angka tersebut meningkat Rp275 triliun dibanding 2015 sebesar Rp1.314 triliun.
Punya Utang Rp500 Triliun, PLN Tetap Untung hingga Asetnya Tembus Rp1.589 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) mencatat nilai aset hingga 2020 mencapai Rp1.589 triliun. Angka tersebut meningkat Rp275 triliun dibanding 2015 sebesar Rp1.314 triliun.

PLN pun menjadi BUMN dengan aset terbesar dan tetap untung. Jumlah aset PLN mengalahkan empat bank BUMN maupun Pertamina.

Menurut Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, keuntungan PLN tercatat dalam laporan keuangan 2020. Di mana laporan keuangan tersebut sudah diaudit BPK.

Dalam laporan yang sudah diaudit, PLN membukukan keuntungan Rp6 triliun sepanjang 2020. Keuntungan PLN antara lain didapat karena operasional yang lebih efisien.

"Mengacu angka audit subsidi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PLN bisa menekan biaya operasi Rp32 triliun sepanjang 2020," ujar Fabby, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/6/2021).

Fabby membenarkan, utang PLN bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, ia mengingatkan aset PLN juga melonjak drastis jauh di atas penambahan beban keuangan.

“Modalnya tidak negatif seperti garuda. PLN juga mampu membayar kewajiban utang jangka pendek, tanpa harus minta talangan pemerintah. PLN juga melakukan pengelolaan utang yang lebih baik, dibandingkan dengan Garuda,” ujarnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD