IDXChannel - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar event besar Konstruksi Indonesia (KI) di tahun 2024 ini. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat jasa konstruksi seperti kontraktor dan penyedia jasa, hingga stakeholders konstruksi.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR Abdul Muis menjelaskan industri konstruksi harus agile dalam merespon perubahan dengan cepat dan efektif, menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan regulasi, dan dinamika pasar.
Dengan agility, peluang baru dapat diidentifikasi, hambatan teratasi, dan tetap kompetitif.
Adaptability juga berarti mampu belajar dari pengalaman serta meningkatkan kualitas untuk meningkatkan daya saing. Disinilah kesiapan rantai pasok konstruksi sangat diperlukan.
Abdul Muis berharap industri jasa konstruksi mampu menjamin kesiapan seluruh sumber daya, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, mulai dari Badan Usaha Jasa Konstruksi, tenaga kerja, Rantai Pasok material peralatan, sampai dengan teknologi konstruksi.