Menurut Purbaya, pembangunan industri nasional harus bertumpu pada penguatan talenta. Karena itu, pemerintah tidak hanya memperkuat bidang STEM, tetapi juga mengintegrasikannya dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE) agar kemajuan teknologi tetap mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu syarat untuk mencapai target Indonesia menjadi lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi harus ditopang oleh SDM yang berkualitas, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta lahirnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi.
Selain memperkuat beasiswa LPDP, Kementerian Keuangan juga mendorong penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) melalui kolaborasi riset dengan perguruan tinggi. Upaya tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih akurat dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional.
(Febrina Ratna Iskana)