Dia menilai penggunaan LCT akan mengurangi kebutuhan transaksi menggunakan dolar AS sehingga dapat membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Ketergantungan kita terhadap dolar akan semakin sedikit dan tekanan terhadap rupiah juga bisa berkurang," katanya.
Selain itu, Purbaya menilai optimalisasi skema LCT akan memperkuat akses Indonesia terhadap likuiditas valuta asing. Saat ini Indonesia memiliki fasilitas kerja sama likuiditas dengan bank sentral China senilai sekitar USD50 miliar yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.
"Kalau LCT betul-betul berjalan, secara de facto seolah-olah cadangan devisa kita bertambah sekitar USD50 miliar. Memang secara de jure tidak tercatat, tetapi akses terhadap likuiditas menjadi jauh lebih mudah," ujar dia.
(DESI ANGRIANI)