IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah angkatan kerja yang tidak terserap pasar tenaga kerja mencapai 7,24 juta orang dari total usia produktif yang mencapai 154,91 juta orang per Februari 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan angkatan kerja pada awal 2026 mengalami peningkatan sebesar 1,86 juta orang. Sedangkan, angka pengangguran dari penambahan angkatan kerja disebut menurun sebanyak 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025.
"Jika dirinci, maka penduduk yang bekerja ini terdiri atas pekerja penuh sebanyak 98,59 juta orang atau bertambah 2,11 juta orang. Pekerja paruh waktu: sebanyak 38,35 juta orang atau meningkat 0,73 juta orang, setengah pengangguran sebanyak 10,73 juta orang atau jumlahnya menurun sebanyak 0,94 juta orang atau 940.000 orang," kata Amalia dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Amalia merincikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat turun. TPAK pada Februari 2026 sebesar 70,56 persen atau turun tipis dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 70,60 persen.
Jika dibedakan menurut jenis kelamin TPAK Laki-laki mencapai 84,57 persen atau meningkat dibanding Februari 2025. Sementara, TPAK Perempuan sebesar 56,41 persen atau menurun dibanding Februari 2025.