Dia mengaku sempat khawatir ketika penjualan kendaraan turun pada April hingga Mei, meski mulai kembali meningkat pada Juni.
Menurut Purbaya, pemulihan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Setelah melihat perlambatan penjualan, pemerintah mengevaluasi efektivitas penempatan dana sebesar Rp200 triliun dari rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke perbankan yang dilakukan pada awal tahun guna menjaga likuiditas.
"Banyak orang bilang itu enggak ada gunanya. Kalau ada yang ngomong begitu, Anda harus mengerti bahwa dia enggak mengerti ekonomi. Karena begitu kita gelontorkan (penempatan dana di Bank Himbara), ini mulai naik nih (penjualan mobil)," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan, perbankan kembali menyampaikan kekhawatiran mengenai tekanan likuiditas pada pertengahan Juni.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah memutuskan mempertahankan penempatan dana Rp200 triliun hingga akhir tahun, sekaligus menambah lagi Rp200 triliun sehingga total dana yang ditempatkan mencapai Rp400 triliun.