sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Sebut Penjualan Otomotif Membaik Berkat Kucuran Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara

Economics editor Anggie Ariesta
04/08/2026 14:40 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut tren penjualan mobil dan sepeda motor mulai pulih seiring langkah pemerintah memperkuat likuiditas perbankan.
Purbaya Sebut Penjualan Otomotif Membaik Berkat Kucuran Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara. (Foto Kemenkeu)
Purbaya Sebut Penjualan Otomotif Membaik Berkat Kucuran Likuiditas Rp400 Triliun ke Himbara. (Foto Kemenkeu)

"Mungkin akan saya perpanjang sampai tahun depan. Terus saya tambah lagi Rp200 triliun dari uang saya yang ada di BI yang nganggur. Itu untuk memastikan daya beli masyarakat terjaga dan sistem finansial kita bisa mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," katanya.

Purbaya optimistis tambahan likuiditas tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, termasuk penjualan kendaraan bermotor.

"Harusnya sekarang sih (penjualan) mobil, motor sudah mulai recover," ujar dia.

Dia menilai langkah tersebut merupakan bentuk sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga permintaan domestik.

Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya menegaskan akan terus memastikan ketersediaan likuiditas agar perekonomian tetap bergerak dan mampu tumbuh lebih cepat.

"Saya akan memastikan perekonomian tumbuh semakin cepat lagi. Jadi bapak-bapak dan ibu-ibu enggak usah khawatir," kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya juga menyoroti perbaikan indikator manufaktur sebagai sinyal positif bagi perekonomian. Dia menyebut Purchasing Managers' Index (PMI) sempat terus melemah sejak awal tahun dan mencapai titik terendah pada Mei, namun mulai berbalik naik setelah pemerintah kembali menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan.

"Saat ini PMI sudah meningkat. Hal itu menunjukkan sektor manufaktur berpotensi kembali memasuki fase ekspansi dalam waktu dekat. Kami akan memastikan tren peningkatan tersebut terus berlanjut," ujarnya.

Sebagai informasi, PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global meningkat ke level 50,3 pada Juli 2026, dari 46,9 pada Juni 2026.

Kenaikan tersebut mengakhiri tiga bulan berturut-turut berada di zona kontraksi sekaligus menandakan aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi.

Menurut Purbaya, perbaikan PMI menjadi indikasi awal bahwa sektor manufaktur dan permintaan domestik akan terus menguat pada paruh kedua tahun ini.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement