IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan strategi baru dalam memperluas basis perpajakan tanpa mengandalkan kenaikan tarif.
Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan data, implementasi sistem Coretax, serta pertukaran data untuk menjangkau ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal.
"Dalam jangka menengah, strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis, tanpa semata-mata menaikkan tarif melalui pemanfaatan data dan teknologi untuk menjangkau ekonomi digital, shadow economy, dan sektor informal," ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa (14/7/2026).
Selain perpajakan, Purbaya juga akan memperkuat penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai melalui digitalisasi layanan, peningkatan pengawasan, serta penindakan dan audit.
Kemudian mengintensifkan pemberantasan impor ilegal dan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Di saat yang sama, berbagai insentif dan fasilitas kepabeanan akan terus diperkuat untuk mendorong investasi, ekspor, dan hilirisasi industri di dalam negeri.
Dalam kesempatan itu, Purbaya mengapresiasi pandangan fraksi-fraksi DPR terkait realisasi pendapatan negara 2025 yang mencapai Rp2.765,13 triliun, lebih rendah dari target Rp3.005 triliun.
Dia menegaskan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan berbasis data, menutup celah kebocoran penerimaan, serta mengoptimalkan pendapatan negara secara adil dan berkelanjutan guna mendukung pembiayaan pembangunan.
"Juga menutup celah kebocoran, dan mengoptimalkan penerimaan secara adil dan berkelanjutan guna mendukung pembiayaan pembangunan nasional," ujar Purbaya.
(DESI ANGRIANI)