sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Hub Baru di Batam hingga Bintan

Economics editor Nia Deviyana
20/10/2026 14:36 WIB
Bahlil mengatakan energi bersih menjadi kunci agar Indonesia mampu menarik investasi pusat data berskala regional.
Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Hub Baru di Batam hingga Bintan. Foto: iNews Media Group.
Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Hub Baru di Batam hingga Bintan. Foto: iNews Media Group.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong Batam, Karimun, dan Bintan menjadi hub baru pusat data Indonesia, melengkapi hub yang sudah ada di Malaysia dan Singapura. Bahlil menilai kawasan itu memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan air, kepadatan penduduk yang lebih rendah dibanding Jawa Barat, Jakarta, atau Bali, serta peluang pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

"Kita akan membangun sekarang PLTS kurang lebih sekitar 100 gigawatt-peak. Dan saya punya keyakinan, teman-teman investor akan lebih suka untuk memakai data center mereka dengan memakai energi baru terbarukan. Dan ini sebuah peluang bisnis," kata Bahlil.

Peluang itu mulai terlihat di Batam. Kapasitas pusat data yang telah tersedia, berkomitmen, dan dalam tahap pengembangan di kota tersebut mencapai 1,47 GW. Selain itu, PLN Batam dan DayOne telah meneken kontrak pasokan listrik sebesar 450 MW, kontrak terbesar untuk pusat data di Indonesia.

Dari sisi pasokan, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW. Dari jumlah itu, 42,6 GW berasal dari EBT, 10,3 GW berupa sistem penyimpanan energi, dan 16,6 GW dari pembangkit fosil, dengan potensi investasi Rp2.967,4 triliun. Pengembangan PLTS 100 GWp juga mencakup PLTS skala besar, terapung, atap, dan kawasan industri.

Bahlil menambahkan, pemerintah akan meminta data rencana lokasi dari calon investor pusat data agar pasokan energinya bisa disiapkan langsung. Ia juga tengah menyiapkan aturan agar investor menggandeng pengusaha nasional dan daerah. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement