AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Ramadan dan Lebaran Diharapkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021

ECONOMICS
Fahmi Abidin
Sabtu, 10 April 2021 21:04 WIB
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai program untuk meningkatkan daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat, terlebih menjelang Ramadhan dan lebaran.
Ramadan dan Lebaran Diharapkan Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2021. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah telah mengeluarkan berbagai program untuk meningkatkan daya beli dan mendorong konsumsi masyarakat, terlebih menjelang Ramadan dan lebaran. Diharapkan melalui kebijakan ini akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021.

Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu (10/9/2021), dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021 yang masih negatif, untuk bisa kembali ke level pra-Covid atau sekitar 5% (YoY) di 2021 dibutuhkan pertumbuhan minimal 6,7% pada kuartal II-2021. Apabila pertumbuhan di kuartal II-2021 tidak mencapai 6,7%, maka target pertumbuhan ekonomi 5% di tahun 2021 tidak tercapai.

“Momentum yang digunakan untuk pertumbuhan tersebut adalah Ramadan dan Idulfitri,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam News Talk Show di salah satu TV Swasta pada Jumat (09/04).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan perwakilan Kadin Indonesia pada Kamis (01/04) dan meminta komitmen pengusaha untuk membayarkan THR buruh secara penuh.

Pemerintah menegaskan bahwa telah memberikan berbagai dukungan untuk dunia usaha agar tetap memiliki kemampuan dalam menghadapi pandemi ini. Dukungan bagi dunia usaha diantaranya ada dalam bentuk PPnBM yang ditanggung pemerintah untuk industri otomotif, PPn ditanggung Pemerintah (DTP) untuk industri properti/perumahan, restrukturisasi kredit dan penjaminan kredit (PMK-32/2021) bagi sektor HOREKA (Hotel, Restoran dan Kafe), relaksasi/restrukturisasi kredit perbankan (POJK 48/2020), dan subsidi bunga 3% untuk KUR dan Non KUR sampai dengan Desember 2021.

Sedangkan terkait pelarangan mudik Lebaran 2021 yang salah satunya dilatarbelakangi oleh kenaikan kasus Covid-19 sebesar 68-93% pada Lebaran tahun lalu, Pemerintah sudah menyiapkan terobosan program untuk mendorong masyarakat tetap melakukan kegiatan konsumsi (budaya belanja lebaran) pada saat ada pelarangan mudik.

“Kegiatan belanja Idulfitri didorong dari dua sisi, dengan berbagai program pada saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan dengan meningkatkan daya beli,” ujar Susiwijono.

Pemerintah berencana untuk mengadakan program Harbolnas yang akan dilaksanakan di akhir Ramadan, di sisi lain Pemerintah juga akan mempercepat pencairan perlindungan sosial reguler menjadi sebelum Lebaran, dan menyalurkan bansos beras bagi masyarakat selama Ramadan melalui Program Penyaluran Bantuan Beras sebesar @10kg untuk para Keluarga Penerima Manfaat Kartu Sembako yang penyalurannya akan dilakukan pada akhir Bulan Ramadan (pada masa peniadaan mudik berlaku).

“Kita harapkan tahun ini dengan kondisi perekonomian yang semakin baik, teman-teman pengusaha dapat ikut mendukung ekonomi agar THR buruh dapat dibayarkan penuh sebelum Lebaran sehingga dapat mendorong konsumsi kita di Q2 ini,” tutup Susiwijono. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD