Dari sisi permintaan, pesanan baru tercatat melemah untuk pertama kalinya dalam delapan bulan terakhir.
"Menurut laporan anggota panel, salah satu faktor utama di balik penurunan pada akhir triwulan pertama adalah pecahnya perang di Timur Tengah," tutur dia.
Kondisi serupa juga terjadi pada permintaan ekspor yang kembali menurun setelah sempat tumbuh pada Februari 2026. Hal ini menandakan mulai tertekannya permintaan global terhadap produk manufaktur Indonesia.
Di sisi operasional, beban pekerjaan yang belum terselesaikan (backlog) mengalami penurunan untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025. Dampaknya, perusahaan mulai menahan laju perekrutan tenaga kerja, meski penurunannya relatif terbatas.
Aktivitas pembelian bahan baku pun ikut tertekan, mencatatkan penurunan pertama sejak Juli 2025. Sementara itu, rantai pasok semakin terganggu dengan waktu pengiriman yang memburuk ke level terparah sejak Oktober 2021.