Pandangan tersebut didukung oleh Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, Darmadi Durianto, yang mengaitkan kesigapan Pertamina tidak lepas dari sosok Simon Aloysius sebagai Direktur Utama yang mau menerima masukan dari siapa pun dan kapan pun.
"Sehingga bahkan masyarakat di Bawean yang terpencil juga ikut merasakan (kesigapan Pertamina). Ini bagus dan layak digunakan sebagai SOP kita ke depan," ujar Darmadi.
Pertamina sendiri melaporkan bahwa dalam penanganan bencana Sumatera, telah menyalurkan dukungan energi 3.287 tabung Bright Gas. Sedangkan Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 KL, Avtur 253 KL, PLTS sebanyak 15 unit, dan genset sebanyak 36 unit.
Penyaluran energi di area terdampak, tidak hanya dilakukan melalui truk-truk pengangkut BBM yang harus melalui jalur berat dan sulit. Karena sulitnya jalur darat itulah, penyaluran energi juga dilakukan melalui jalur udara dan laut.
(taufan sukma)