sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RDP Dengan Pertamina, DPR Bahas Bencana Sumatera hingga Distribusi Gas 3 kg Lewat KDMP

Economics editor Taufan Sukma Abdi Putra
13/02/2026 19:20 WIB
Tak hanya soal distribusi gas 3kg, RDP juga membahas tentang upaya Pertamina untuk turut berperan dalam penanganan kondisi bencana di Sumatera.
RDP Dengan Pertamina, DPR Bahas Bencana Sumatera hingga Distribusi Gas 3 kg Lewat KDMP (foto: iNews Media Group)
RDP Dengan Pertamina, DPR Bahas Bencana Sumatera hingga Distribusi Gas 3 kg Lewat KDMP (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Komisi VI DPR RI meminta agar PT Pertamina (Persero) dapat memastikan bahwa aktivitas distribusi gas 3kg lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan merugikan agen, yang selama ini merupakan jejaring distribusi eksisting gas 3kg di masyarakat.

Guna memastikan hal tersebut, pihak Pertamina diminta melakukan monitoring secara rutin dan terukur, agar aktivitas distribusi gas 3kg di lapangan dapat berjalan dengan baik, dan sesuai harapan.

Permintaan tersebut disampaikan Komisi VI DPR RI melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, pada Rabu (11/2/2026) lalu.

Tak hanya soal distribusi gas 3kg, RDP juga membahas tentang upaya Pertamina untuk turut berperan dalam penanganan kondisi bencana di Sumatera, beberapa waktu lalu.

"Pertamina harus diakui telah sigap dalam menangani bencana di Sumatera. Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat itu. Di Sumbar (Sumatera Barat), Saya merasakan betul bahwa Pertamina merupakan salah satu BUMN yang responsif dalam membantu pemerintah menyelesaikan masalah di sana," ujar salah satu Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Menurut Andre, jajaran petinggi Pertamina terbukti ikut turun langsung mengatasi masalah di lapangan. Salah satunya adalah General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pun, yang merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik untuk korban yang mengungsi di Sumbar. 

Bahkan, menurut Andre, Pertamina International Shipping juga bergerak cepat ikut mengamankan distribusi BBM di kawasan bencana.

Gerak cepat tersebut menurut Andre layak diapresiasi, karena merupakan kinerja yang tidak mudah, karena terkendala dengan kondisi infrastruktur yang sangat terbatas.

"Dan kita bisa lihat, tidak sampai satu bulan, kendala soal BBM sudah bisa terurai," ujar Andre.

Berkaca dari hal tersebut, Andre berharap kinerja Pertamina dalam penanganan bencana Sumatera dapat dijadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam hal penyaluran BBM di daerah bencana.

Pandangan tersebut didukung oleh Anggota Komisi VI DPR RI lainnya, Darmadi Durianto, yang mengaitkan kesigapan Pertamina tidak lepas dari sosok Simon Aloysius sebagai Direktur Utama yang mau menerima masukan dari siapa pun dan kapan pun.

"Sehingga bahkan masyarakat di Bawean yang terpencil juga ikut merasakan (kesigapan Pertamina). Ini bagus dan layak digunakan sebagai SOP kita ke depan," ujar Darmadi.

Pertamina sendiri melaporkan bahwa dalam penanganan bencana Sumatera, telah menyalurkan dukungan energi 3.287 tabung Bright Gas. Sedangkan Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 KL, Avtur 253 KL, PLTS sebanyak 15 unit, dan genset sebanyak 36 unit. 

Penyaluran energi di area terdampak, tidak hanya dilakukan melalui truk-truk pengangkut BBM yang harus melalui jalur berat dan sulit. Karena sulitnya jalur darat itulah, penyaluran energi juga dilakukan melalui jalur udara dan laut.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement