Dari sisi asal negara pengirim modal, Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai investor terbesar sepanjang paruh pertama tahun ini. Hanya saja, ada pergerakan modal investasi yang cukup masif dari Hongkong.
"Ada 5 negara, memang Singapura dalam 10 tahun terakhir ini masih memegang perannya sebagai investor terbesar di Indonesia. Singapura kurang lebih USD8,8 miliar, kemudian diikuti oleh Hong Kong USD7,6 miliar, China USD4,9 mliar, Jepang USD1,9 mliar, Amerika Serikat USD1,7 miliar," urai Rosan.
"Tetapi sebetulnya terjadi pergeseran sedikit di kuarter kedua ini, karena investor terbesar kita itu justru adalah Hong Kong di kuarter kedua, itu di angka kurang lebih USD5,5 miliar, baru diikuti oleh Singapura, China, Jepang, dan Amerika Serikat. Tapi secara overall di semester pertama ini masih ditempati oleh Singapura," Rosan menambahkan.
Tak hanya itu, Rosan mengatakan pada semester pertama ini, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat menyumbang hampir 30 persen atau setara 29,7 persen dari total realisasi nasional, merepresentasikan pertumbuhan tahunan sebesar 6,9 persen.
Sektor mineral masih mendominasi pilar hilirisasi dengan serapan modal mencapai Rp206,5 triliun, diikuti sektor perkebunan dan kehutanan senilai Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan yang menyumbang Rp3,8 triliun.