IDXChannel - Realisasi penyaluran KPP (Kredit Program Perumahan) atau KUR Perumahan mencapai Rp21,8 triliun hingga 29 Juli 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program yang diluncurkan pada akhir 2025 lalu itu ditujukan bagi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam ekosistem sektor perumahan, baik di sisi pembangunan rumah baru maupun renovasi hunian.
"Ada 98.958 debitur yang menikmati KUR Perumahan, yang belum satu tahun umurnya. Kita baru mulai September atau Oktober, jadi belum satu tahun," ujarnya dalam acara Akad Masal Rumah Subsidi FLPP dan KPP di Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Penyaluran kredit masih didominasi oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). BRI menjadi penyalur terbesar dengan nilai Rp10,94 triliun, disusul BTN sebesar Rp4,39 triliun, BNI Rp2,24 triliun, Mandiri Rp1,43 triliun, dan BSI Rp1,15 triliun.
Dari kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD), penyaluran terbesar berasal dari Bank Jateng sebesar Rp619,51 miliar, diikuti Bank Jabar Banten Rp270,01 miliar, Bank DKI Rp147,74 miliar, Bank Jatim Rp89,97 miliar, dan Bank NTB Syariah Rp58,09 miliar.