Han Sung Ju, perempuan berusia 28 tahun tak kunjung mendapatkan pekerjaan meski dia lulusan universitas ternama di Seoul dengan gelar master. Dia mengikuti magang hingga tiga kali usai lulus, namun lamarannya ke 100 perusahaan tak berbalas.
"Pasar tenaga kerja sangat keras dalam beberapa tahun terakhir, bahkan situasinya makin menantang dengan penurunan kondisi ekonomi. Perusahaan menghentikan pembukaan lowongan kerja, terutama untuk posisi yang berpengalaman," katanya.
Selain itu, banyak warga Korsel yang ingin bekerja di perusahaan besar supaya bisa memperoleh gaji besar pula. Di Korsel, gap gaji antara perusahaan besar dan usaha menengah kecil amat timpang.
"Awalnya saya mengincar posisi bergaji 50 juta won (per tahun), tapi sangat jarang kecuali perusahaan besar yang bisa menawarkan gaji seperti itu. Jadi saat ini saya melamar posisi dengan gaji di atas 40 juta won saja, tapi saya juga melamar posisi dengan gaji di bawah itu," tuturnya.
Saat ini, 50 juta won setara Rp585 juta per tahun atau Rp48,75 juta sebulan. Upah minimum Korsel per Januari 2024, 9.620 per jam dengan jam kerja sebulan antara 40-50 jam.
(RFI)