IDXChannel - Perombakan kabinet kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto, hanya kurang dari tiga pekan setelah pergantian Menteri Keuangan.
Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai langkah tersebut mempertegas dorongan pemerintah terhadap hilirisasi dan energi, tetapi sekaligus meningkatkan risiko eksekusi serta ketidakpastian kebijakan bagi pelaku usaha.
Dalam riset bertajuk Reshuffle: Bigger Downstreaming Push, Bigger Execution Risks yang terbit 2 Oktober 2026, Rully menilai perubahan struktur pemerintahan kali ini cukup signifikan, khususnya pada tim ekonomi.
Salah satu perubahan paling penting adalah pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi yang dipimpin Bahlil Lahadalia. Bahlil tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Rully, struktur baru tersebut berpotensi mengintegrasikan sejumlah aspek strategis, mulai dari produksi dan kuota pertambangan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), pengolahan hilir, investasi, hingga pengelolaan ekspor.