AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Resmikan Keanggotaan IPEF, Indonesia Tak Mau Jadi Beban Negara-Negara Berkembang

ECONOMICS
Athika Rahma
Selasa, 24 Mei 2022 06:37 WIB
Mendag juga menyampaikan bahwa keberadaan IPEF harus inklusif dan terbuka untuk negara-negara lain di Kawasan Indo-Pasifik.
Resmikan Keanggotaan IPEF, Indonesia Tak Mau Jadi Beban Negara-Negara Berkembang (foto: MNC Media)
Resmikan Keanggotaan IPEF, Indonesia Tak Mau Jadi Beban Negara-Negara Berkembang (foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia meresmikan keterlibatannya sebagai anggota dari kelompok 13 negara di Kawasan Indo-Pasifik yang menamakan dirinya Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF). Resmi bergabung, Indonesia pun meminta agar posisi IPEF ke depan dapat semaksimal mungkin mendorong partisipasi negara-negara lain di kancah regional dengan dukungan penuh dari negara-negara Anggota IPEF.

Tak hanya itu, Indonesia juga mewanti-wanti agar keberadaan IPF tidak menjadi beban baru untuk negara-negara berkembang. Justru, IPEF ke depan wajib untuk dapat bersinergi dengan kerangka ekonomi milik negara lain di Kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam lingkup Asia Tenggara (ASEAN). 

Hal tersebut menjadi beberapa catatan penting yang disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam peluncuran IPEF, Senin (23/5/2022). Melalui akun resmi Instagramnya, @mendaglutfi, Mendag juga menyampaikan bahwa keberadaan IPEF harus inklusif dan terbuka untuk negara-negara lain di Kawasan Indo-Pasifik.

"Region Indo-Pasifik terlalu luas jika hanya mengakomodir kepentingan negara tertentu. Dengan inklusivitas, maka akan terdapat benefit jangka panjang untuk ke depannya," unggah Mendag.

Sebagai bagian dari kelompok yang pembentukannya diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tersebut, Indonesia memastikan bahwa bentuk kerjasama di dalam keanggotaan IPEF harus konkret dan saling menguntungkan satu sama lain.

"IPEF merupakan bentuk nyata pemerintah Presiden Jokowi yang mengedepankan perdagangan yang adil, inklusif dan tangguh menghadapi tantangan," tegas Lutfi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD