Sebagai wujud komitmen kesiapan Indonesia dalam kerja sama energi global, telah dilaksanakan penandatanganan tiga kerja sama aliansi strategis internasional di Indonesia Pavilion pada hari pertama pelaksanaan ADIPEC tahun ini. Penandatanganan ini meliputi:
1. Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd.
2. Kontrak Time Charter Offshore Support Vessel antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE.
3. Kerja sama pendirian perusahaan baru di bidang surveying & mapping berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, antara PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC, untuk melayani industri minyak dan gas bumi serta industri subsea cable di wilayah Timur Tengah & Afrika Utara (MENA)
4. Kerja sama promotion and deployment of STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation antara PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC.
Upaya memperkuat kerja sama aliansi strategis ini berjalan seiring dengan tren investasi pada sektor hulu migas Indonesia yang terus berkembang positif.
“Tren investasi hulu migas Indonesia menunjukkan momentum yang positif. Pada 2025, investasi mencapai USD14,9 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD17,87 miliar pada 2026, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Melalui ADIPEC, kami berharap dapat memperkuat momentum ini dengan membuka lebih banyak peluang kemitraan dan menarik investasi baru untuk mendukung pencapaian proyeksi tersebut," ujar dia.
Partisipasi Indonesia di ADIPEC turut didukung oleh sebelas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan 13 Perusahaan Dalam Negeri (PDN) yang turut memperkenalkan peluang serta kapabilitas industri hulu migas Indonesia kepada komunitas energi internasional.
ADIPEC menjadi salah satu sarana bagi Indonesia untuk memperluas dialog dengan investor dan mitra industri, memperkenalkan peluang yang tersedia, serta menjajaki kerja sama yang dapat ditindaklanjuti. Melalui kemitraan yang tepat, Indonesia berupaya mengoptimalkan potensi hulu migas sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan energi jangka panjang.
Turut hadir dalam pembukaan Indonesia Pavilion di ADIPEC 2026 yakni Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab Judha Nugraha, Wakil Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Stella Christie, Anggawira mewakili Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala BPMA Mawardi Nur, serta Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Sunaryanto mewakili PT Pertamina (Persero).
(Dhera Arizona)