sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI-Filipina Barter untuk Produk Ini di Tengah Pelemahan Rupiah, Nilai Transaksi Rp6,29 Triliun

Economics editor Nia Deviyana
08/06/2026 14:59 WIB
Langkah ini sekaligus menjadi instrumen efektif dalam menghemat cadangan devisa di tengah ketidakpastian pasar global.
RI-Filipina Barter untuk Produk Ini di Tengah Pelemahan Rupiah, Nilai Transaksi Rp6,29 Triliun. Foto: iNews Media Group.
RI-Filipina Barter untuk Produk Ini di Tengah Pelemahan Rupiah, Nilai Transaksi Rp6,29 Triliun. Foto: iNews Media Group.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif IPBA dalam memperkuat hubungan bisnis dan konektivitas antar Indonesia dan Filipina, khususnya setelah keberhasilan peluncuran IPBA di Cebu bulan lalu. Kehadiran ini adalah bentuk nyata dari keterlibatan bisnis yang konkret dan berbasis kepentingan bersama,” ujar Mendag Busan.

Mendag juga mengundang para pebisnis Filipina untuk berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14 hingga 18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. “Kami ingin momentum ini terus berlanjut. Kemendag memberi dukungan penuh melalui berbagai terkait regulasi hingga penghubungan ke pelaku bisnis Filipina,” kata Mendag.

Perdagangan Indonesia-Filipina

Ekonomi Indonesia dan Filipina tercatat memiliki fondasi yang sangat kuat. Pada Januari—April 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD4,16 miliar dengan surplus USD2,93 miliar bagi Indonesia. Nilai itu meningkat 12,03 persen dibanding Januari—April 2025. Kemudian, dari sisi ekspor ke Filipina, Indonesia menunjukkan tren yang gemilang dengan pertumbuhan tahunan (2021—2025) sebesar 1,63 persen. Sementara itu, sepanjang 2025, total perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 12,02 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 8,42 miliar.

“Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang besar di pasar Filipina. Kami melihat potensi ekspor yang menjanjikan untuk berbagai produk unggulan nasional mulai dari kendaraan hibdrida, bahan baku oleokimia, hingga olahan kopi dan makanan olahan. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di sektor-sektor tersebut,” kata Mendag.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement