Menghadapi situasi tersebut, Menpar menetapkan strategi pivot ke pasar Asia Tenggara dan Asia Timur, serta penguatan kampanye digital internasional. Selain itu, pemerintah jugamengoptimalkan rute langsung ke Eropa-Amerika dan mendorong penyelenggaraan event lintas batas. Promosi wisata nusantara juga terus dipacu demi menjaga okupansi destinasi domestik di tengah gejolak global.
Secara umum, program prioritas tahun 2026 berfokus pada penguatan pariwisata berkualitas, berkelanjutan, dan aman. Dia menitikberatkan pada peningkatan keselamatan wisata melalui sertifikasi pemandu dan pemetaan kawasan rawan bencana, serta pengembangan 6.200 desa wisata guna memperkuat ekonomi lokal.
Langkah ini juga dibarengi dengan keberlanjutan program strategis seperti Wonderful Indonesia Gastronomy, Wellness, Event by Indonesia, hingga percepatan digitalisasi melalui program Tourism 5.0. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan destinasi yang lebih berdaya saing dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Menpar meyakini kolaborasi lintas lembaga dan dukungan DPR akan menjaga resiliensi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, mengapresiasi langkah mitigasi Kemenpar namun tetap mendesak penguatan konektivitas wisatawan nusantara di tengah ketidakpastian global.