AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26548.61
0.44%
+117.06
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
0
0
Emas
0 / gram

RI Punya Bekal Cukup Hadapi Gonjang-ganjing Ekonomi Global

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 27 Juli 2022 18:51 WIB
Dalam enam bulan ke depan, ekonomi dunia akan bergejolak. Pertumbuhan ekonomi melemah dan banyak negara terancam resesi.
RI Punya Bekal Cukup Hadapi Gonjang-ganjing Ekonomi Global (FOTO: MNC Media)
RI Punya Bekal Cukup Hadapi Gonjang-ganjing Ekonomi Global (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Dalam enam bulan ke depan, ekonomi dunia akan bergejolak. Pertumbuhan ekonomi melemah dan banyak negara terancam resesi. Namun, Indonesia sudah memiliki bekal untuk menghadapi kondisi tersebut sampai akhir tahun.

Bekal tersebut yakni, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bulan Juni 2022 yang kembali melanjutkan tren surplus di Juni 2022, sebesar 0,39 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa angka ini lebih baik dibandingkan dengan posisi defisit di tahun lalu. 

"Di Juni 2022 ini, surplusnya APBN 6 bulan berturut-turut. APBN kita surplus 0,39 persen terhadap PDB atau sebesar Rp73,6 triliun, berbanding terbalik dibandingkan Juni 2021 year-on-year (yoy) yang defisit Rp283.2 triliun atau 1,72 persen terhadap PDB," ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Juli 2022 di Jakarta, Rabu(27/7/2022).

Hanya saja, angka ini menurun jika dibandingkan dengan capaian bulan Mei 2022. Di Mei 2022, APBN mencatatkan surplus Rp132,2 triliun atau 0,74 persen terhadap PDB.

Dia menyebutkan, surplus ini terjadi karena pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.317,2 triliun dan belanja negara Rp1.243,6 triliun. Pendapatan negara tercatat tumbuh hingga 48,5 persen yoy dan belanja negara naik 6,3 persen yoy. 

Selain itu, keseimbangan primer pada Juni 2022 tercatat surplus Rp259,6 triliun, jauh lebih baik dari posisi Juni 2021 yang masih minus Rp116,3 triliun. Hanya saja, angka keseimbangan primer mencatatkan penurunan dibandingkan posisi Mei 2022 yang berada di angka Rp298,9 triliun.

"Indikator-indikator positif dari APBN kita sepanjang semester I menjadi bekal yang sangat baik untuk menghadapi semester II kedepan, dimana lingkungan globalnya akan kian bergejolak dan tidak pasti," tutup Sri Mulyani. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD