AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Ridwan Kamil: Dear Pemuda! Hati-Hati Pilih Karier di Era Industri 4.0

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 17 Mei 2021 22:18 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan generasi muda berhati-hati memilih karier di era revolusi industri 4.0.
Ridwan Kamil: Dear Pemuda! Hati-Hati Pilih Karier di Era Industri 4.0 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan generasi muda berhati-hati memilih karier di era revolusi industri 4.0.

Pasalnya, ada beberapa jenis pekerjaan penting, namun segera dan sudah tergantikan mesin atau kecerdasan buatan.

Demikian dikatakannya di hadapan peserta webinar DPP Gempar (Generasi Muda Pembaharu): Kepemimpinan Inovatif di Era Revolusi Industri 4.0, Senin (17/5/2021).

Kang Emil menyebut beberapa contoh pekerjaan yang rentan tergantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan, seperti menginput data, mengoperasikan mesin, teknisi, hingga pekerjaan yang sifatnya rutin.

"Itu pekerjaan yang penting, tapi sudah bisa digantikan oleh mesin, maka harus hati-hati memilih karier," ujarnya dari Gedung Sate Bandung.

Sebaliknya, jenis pekerjaan yang harus dipilih adalah yang punya tipe terus berkembang, seperti kepemimpinan (leadership), bussiness development, negosiasi, komunikasi, critical thinking, kreativitas, hingga teknologi desain.

"Itulah kelompok pekerjaan yang akan dibutuhkan di era 4.0," katanya. Semua jenis pekerjaan yang akan dibutuhkan di era 4.0 pascapandemi tentunya juga harus ditopang oleh keahlian bidang teknologi informasi. "Penguasaan IT wajib dimiliki sebagai syarat utama," sebut Kang Emil.

Pemprov Jabar telah merespons revolusi industri 4.0 salah satunya dengan merilis masterplan Digital West Java Province. "Ini adalah cetak biru agar Jabar naik kelas makanya Jabar punya visi juara lahir batin dan untuk beberapa aspek kami tidak lagi menargetkan juara nasional tapi Jabar harus jadi juara Asean," papar Kang Emil.

Cetak biru tersebut diterjemahkan lewat beragam inovasi pembangunan. Pemprov juga sedang membangun gedung-gedung creative center di tiap kabupaten/kota. Bahkan, layanan pemerintah kepada masyarakat pun kini semakin terdigitalisasi, termasuk inklusivitas digital di desa-desa dan edukasi masyarakat.

"Inilah rute kami menuju provinsi digital," tutup Kang Emil.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD