Menurut Rosan, indikator menunjukkan indikasi harga saham gabungan berada jauh di bawah nilai buku asset emiten. Kondisi volatilitas pasar tersebut dimanfaatkan oleh pengelola dana global untuk mengumpulkan portofolio saham sektor perbankan dan industri utama domestik.
"Kembali lagi kepada hukum ekonomi pada saat mereka melihat oh fundamental kita bagus, perbankan kita pertumbuhannya bagus, dividennya bagus, yield-nya bagus, harganya di bawah price to book-nya di bawah jauh di harga pasar, ya otomatis mereka juga melihat, oh ini is time to buy," kata Rosan.
(Nur Ichsan Yuniarto)