IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan kepada perbankan untuk menahan suku bunga kredit menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
Hal itu disampaikan Rosan usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Kepresidenan pada Kamis (19/6/2026) malam. Menurutnya tidak ada instruksi tersebut.
"Oh tidak ada, tidak ada. Tidak ada ya," katanya.
Rosan menyebut, yang menjadi perhatian utama pemerintah justru bagaimana perbankan terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas agar fungsi intermediasi tetap berjalan optimal.
Ia menjelaskan, kinerja industri perbankan nasional saat ini masih menunjukkan tren positif. Dalam periode 2025 hingga 2026, pertumbuhan penyaluran kredit atau lending perbankan tercatat mencapai rata-rata 15 persen.
"Kalau dilihat memang dalam perjalanan setahun ini dari 2025 sampai 2026, lending perbankan kita itu naik average 15 persen," tutur dia.
Selain itu, likuiditas perbankan juga dinilai tetap terjaga dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang masih berada pada level dua digit. Di sisi lain, kualitas aset perbankan juga tetap sehat yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang rendah.
"Likuiditas juga dana pihak ketiga terjaga juga naik double digit dan yang paling penting juga NPL-nya, non-performing loan bank kita itu aja Mandiri itu hanya 0,9. Jadi average NPL atau non-performing loan kita Bank Himbara itu antara 0,9 sampai 1,8 persen pada saat ini," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Rosan mengatakan bahwa Presiden menginstruksikan agar fokus utama perbankan saat ini adalah meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut dinilai penting agar kenaikan suku bunga tidak menghambat penyaluran kredit kepada masyarakat maupun dunia usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)
Advertisement
Rosan Pastikan Prabowo Tak Berikan Arahan ke Perbankan untuk Tahan Suku Bunga Kredit
Rosan memastikan Prabowo Subianto tidak memberikan arahan kepada perbankan untuk menahan suku bunga kredit menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia
Rosan Pastikan Prabowo Tak Berikan Arahan ke Perbankan untuk Tahan Suku Bunga Kredit (FOTO:iNews Media Group)
Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi
Follow
Tim Editor
Advertisement
Advertisement