Beralih ke sektor hilirisasi, kontribusi penanaman modal rill di sektor ini tercatat menyumbang hampir 30 persen atau setara 29,7 persen dari total investasi nasional sepanjang paruh pertama tahun ini.
Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 6,9 persen, lompatan yang cukup tajam dibanding kontribusi hilirisasi pada 2023 yang baru berkisar 24-25 persen.
Adapun pilar hilirisasi masih didominasi oleh komoditas mineral yang menyerap dana Rp206,5 triliun, diikuti sektor perkebunan dan kehutanan senilai Rp54,4 triliun, minyak dan gas bumi Rp35,4 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan yang menyumbang Rp3,8 triliun.
Rosan menekankan juga soal penyebaran investasi pengolahan bahan baku menunjukkan tren desentralisasi. Melalui dominasi yang terpusat di berbagai daerah penopang, industri hilirisasi dinilai menggerakkan pertumbuhan ekonomi regional secara merata.
"Tapi memang kalau kita lihat sedikit, investasi di bidang hilirisasi ini didominasi justru memang di luar Jawa," kata Rosan.