Secara detail ihwal realisasi hilirisasi di luar Jawa tercatat mendominasi hingga mencapai 75,7 persen atau senilai Rp227,3 triliun. Untuk pilar hilirisasi domestik menyerap modal sebesar Rp87,3 triliun, sementara PMA di sektor hilirisasi mencatatkan angka yang jauh lebih tinggi sebesar Rp212,8 triliun.
Wilayah-wilayah seperti Maluku Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menjadi pusat-pusat baru bagi berjalannya hilirisasi berskala masif tersebut
(Febrina Ratna Iskana)