AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Rusia Lanjutkan Uji Klinis Campuran Vaksin Sputnik V dan AstraZeneca 

ECONOMICS
Berlianto
Kamis, 29 Juli 2021 06:37 WIB
Uji klinis yang menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan vaksin Sputnik V telah mendapat izin dari Rusia untuk dilanjutkan.
Rusia Lanjutkan Uji Klinis Campuran Vaksin Sputnik V dan AstraZeneca  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Uji klinis yang menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan vaksin Sputnik V telah mendapat izin dari Rusia untuk dilanjutkan.

Sebelumnya komite etik Kementerian Kesehatan Rusia pada bulan Mei menangguhkan proses persetujuan untuk uji klinis, dan meminta informasi tambahan.

Menurut register obat negara, lima klinik Rusia akan mengadakan uji coba yang akan selesai pada awal Maret 2022.

Baik vaksin AstraZeneca dan Sputnik V melibatkan dua dosis - suntikan awal dan booster - tetapi Sputnik V menggunakan vektor virus yang berbeda untuk dua suntikannya.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang mempromosikan penggunaan vaksin Sputnik V, menyambut baik keputusan untuk melanjutkan uji coba.

"Saat ini, RDIF sedang melakukan uji klinis bersama untuk menggabungkan komponen pertama Sputnik V - vaksin Sputnik Light - dengan vaksin dari produsen asing lainnya," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Secara khusus, vaksin Sputnik Light dapat digunakan dalam kombinasi dengan vaksin lain untuk meningkatkan efektivitasnya termasuk terhadap varian baru yang muncul sebagai akibat dari mutasi virus," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Rabu (28/7/2021).

Apa yang disebut vaksin vektor virus menggunakan virus modifikasi yang tidak berbahaya sebagai kendaraan, atau vektor, untuk membawa informasi genetik yang membantu tubuh membangun kekebalan terhadap infeksi di masa depan.

Uji coba vaksin COVID-19 pada manusia yang menggabungkanvaksin AstraZeneca dengan Sputnik V sendiri telah disetujui di Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Belarusia, dan Argentina.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD