AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

Sandiaga Uno Ingin Danau Toba Sukses Seperti Lake Geneva 

ECONOMICS
Sindonews
Selasa, 16 Februari 2021 23:00 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ingin melakukan penataan secara komprehensif di sektor pariwisata.
Sandiaga Uno Ingin Danau Toba Sukses Seperti Lake Geneva. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, ingin melakukan penataan secara komprehensif di sektor pariwisata. Salah satu yang menjadi prioritasnya adalah kawasan wisata Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai melaksanakan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi terkait penataan kawasan dan bangunan di sekitar Danau Toba, Selasa (16/2/2021).

"Kami menyampaikan beberapa data hotel di Danau Toba yang perlu dibuat penataan lebih komprehensif mengacu pada penataan yang sukses seperti Lake Geneva ada Veve di Switzerland, di mana bukan hanya dari segi infrastruktur tapi juga ekonomi kreatif seperti festival kesenian dan budaya yang mampu menarik wisawatan," ujar Sandiaga Uno.

Dia membayangkan area di sekitar Danau Toba seperti di Prapat, Humbang Hasundutan Tapanuli Utara, Balige dapat dibuat program-program yang memiliki kemampuan mendorong ekonomi kreatif.

"Dengan kolaborasi penyelenggara travel online, kunjungan pariwisata ke Danau Toba bertambah di masa pandemi 2020 dibandingkan pada 2019. Untuk itu kita harus berbenah diri. Pastikan hotel-hotel melakukan persiapan tidak hanya infrastruktur kamar dan fasilitas listrik, limbah, air dan sebagainya juga SDM nya harus ditingkatkan," tambah Sandiaga Uno.

Kemenparekraf sepakat menunjuk Anneth dari PHRI Samosir untuk menjadi pemegang pemangku kepentingan kunci untuk meningkatkan SDM pariwisata di Danau Toba.

"Banyak hotel-hotel di Danau Toba sudah tidak layak. Ini perlu di-upgrade sehingga jumlah wisatawan yang meningkat ini tidak kecewa hanya datang sekali tapi bisa berkali-kali jika mendapatkan layanan yang baik," ungkap Sandiaga Uno.

Dia juga mendapat masukan dari anggota PHRI di Simalungun untuk mendorong pelarangan truk-truk yang mengangkut beberapa truk logging dan alat berat agar tidak melintasi akses jalan mendekati Prapat Danau Toba.

"Karena di sana tanahnya labil dan parkir minim tempatnya, di situ harus ada solusi dari segi interkoneksi. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mencari lahan parkir Danau Toba," jelas Sandiaga Uno.

Sandi yakin Danau Toba sebagai Caldera of The King bisa terus berbenah dan memastikan wisatawan domestik dapat menikmati Danau Toba. "Kami juga akan mengusulkan pelibatan PHRI, Kadin, Asosiasi GM, Komunitas, HIPMI, kami mengusulkan agar jumlah 6 restoran dan 16 hotel yang baru disertifikasi penerapan CHSE di Danau Toba ditingkatkan lagi," tambah Sandiaga Uno.

Kemenparekraf juga sudah menerbitkan sebuah buku direktori usaha pariwisata Danau Toba bekerja sama dengan BDODT.

"Usulan kami yang kongkrit adalah menghadirkan jogging dan walk path atau paving di sempadan Danau Toba. Sehingga sempadan Danau Toba ini bebas dari bangunan dan dapat di akses publik. Ini merupakan bagian dari kesetaraan untuk dapat menikmati keindahan Danau Toba," tutur Sandiaga Uno.

Kemudian hotel-hotel di sekitar Danau Toba juga harus memiliki pengolahan limbah terpadu, tidak mencemari danau Toba. Khusus di Pantai Prapat, Pantai Bebas, Hapsari, Inaprapat dan lain-lain bisa menggunakan saluran instalasi pembuangan air limbah yang sedang dibangun oleh Cipta Karya Kementerian PUPR.

Perihal usulan membangun cable car atau kereta gantung antara Tomok dan Silahosa sepanjang 1-2 kilometer. Menparekraf mengusulkan bisa dilakukan dengan kerja sama dengan perusahaan Doppelmayr perusahaan asal Eropa Utara yang banyak menghadirkan solusi dengan pendekatan Publik Private Partnership (PPP).

"Kita juga akan mengembangkan spot-spot Instagramable dan cocok untuk TikTok konten di Danau Toba. Kita kemarin sudah melihat hutan ginjang dan salah satu yang akan kami tinjau Minggu ini adalah Adian Ngalambong ini bentuk kerja sama Publik Private People Partnership karena melibatkan komunitas dan dunia usaha. Mudah-mudahan keberangkatan kami akhir Minggu ini dengan konsep weekend in Toba bisa terus meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di danau Toba," tutup Sandiaga Uno. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD