AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Sekolah Belum Siap PTM, 10 Persen SD di KBB Masih Belajar Daring

ECONOMICS
Adi Haryanto
Rabu, 08 Desember 2021 20:37 WIB
Dari total total 683 SD yang ada di KBB baru 90% lebih yang telah melaksanakan PTM Terbatas.
Sekolah Belum Siap PTM, 10 Persen SD di KBB Masih Belajar Daring
Sekolah Belum Siap PTM, 10 Persen SD di KBB Masih Belajar Daring

IDXChannel - Sejak digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai Oktober 2021, sudah banyak sekolah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sudah melaksanakannya. 

Namun untuk jenjang tingkat SD ternyata belum semua sekolah di KBB yang sudah melakukan PTM Terbatas. Itu dikarenakan pertimbangan kesiapan sarana prasarana yang harus sesuai dengan protokol kesehatan dari tim Satgas COVID-19.

"Masih ada SD yang belum melakukan PTM Terbatas dan tetap belajar daring ke muridnya. Karena pertimbangannya untuk mencegah penularan COVID-19, kami tidak bisa memaksa," kata Kepala Bidang SD, Disdik KBB, Dadang A Sapardan, Rabu (8/12/2021).

Disebutkannya, dari total total 683 SD yang ada di KBB baru 90% lebih yang telah melaksanakan PTM Terbatas. Sementara 10% sisanya yang belum tersebar di beberapa kecamatan. Mereka rata-rata beralasan karena untuk mencegah COVID-19 dan belum siapnya sapras di sekolah. 

"Kebanyakan alasannya karena ketidaksiapan sapras di sekolah, makanya memilih tetap pembelajaran daring supaya aman bagi guru dan siswanya," sambungnya. 

Diakuinya, syarat bisa menggelar PTM terbatas adalah manakala harus bisa memenuhi berbagai persyaratan yabg ditetapkan tim Satgas COVID-19. Meskipun dari Disdik sudah memperbolehkan, tapi sekolah belum siap dan tidak ada izin dari orang tua maka PTM tidak bisa digelar. 

Disinggung soal evaluasi pelaksanaan, Dadang mengaku proses PTM Terbatas di sekolah yang melaksanakan berjalan lancar. Semua dilakukan dengan menerapkan prokes ketat bagi siswa dan guru, dari mulai datang masuk ke lingkungan sekolah hingga mereka kembali lagi ke rumahnya masing-masing.

"Itulah yang membuat di KBB tidak ada klaster penularan atau temuan kasus dari sekolah. Semoga kondisi itu terus terjaga sambil upaya vaksinasi ke pelajar juga terus digenjot," tandasnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD