AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Selain Banyak Pekerjaan Hilang, Wishnutama Ungkap Ancaman Serius dari Era Digital

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 06 Oktober 2021 08:55 WIB
Komut Telkomsel Wishnutama menyebut selain banyak pekerjaan yang hilang di era digitalisasi di 2030.
Selain Banyak Pekerjaan Hilang, Wishnutama Ungkap Ancaman Serius dari Era Digital (FOTO: MNC Media)
Selain Banyak Pekerjaan Hilang, Wishnutama Ungkap Ancaman Serius dari Era Digital (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Komisaris Utama Telkomsel yang juga mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama menyebut selain banyak pekerjaan yang hilang di era digitalisasi di 2030, ada masalah serius yang harus diwaspadai, yakni kebocoran data masyarakat.

Ia mengatakan, 21 sampai 24 pekerjaan akan hilang akibat digitalisasi ditahun 2030, digitalisasi justru membuka peluang baru yang lebih besar. Tapi, kemajuan teknologi digital yang terjadi saat ini belum mampu diimbangi oleh regulasi dari pemerintah untuk menjamin kerahasiaan data masyarakat.

Hal tersebut seperti yang belakang marak terjadi tentang kebocoran data masyarakat, yang seharusnya bisa dilindungi oleh negara. Menurut Komisaris Utama Telkomsel itu, disrupsi era digital terbagi menjadi dua. Pertama adalah First Wave disruption dan second wave disruption.

Menurutnya kemajuan digital yang cukup pesat itu harus diimbangi dengan regulasi yang mengikuti agar terciptanya keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat.

"Kita hari ini tidak aman berdigital, saya kasih tahu sama temen-temen, sangat tidak aman, sangat rentan hari ini, apa yang melindungi kita, tidak ada," ujar Wishnutama, pada workshop yang dilakukan secara daring, Selasa (6/10/2021).

Kemajuan teknologi digital membuka banyak peluang baru untuk masyarakat. Namun hingga saat ini sangat disayangkan apabila data masyarakatnya tidak dijamin oleh negara. Padahal jaminan dalam berdigital, Wishnutama sebut sebagai salah satu bentuk kemerdekaan.

"Habis ini temen-temen silahkan Googling GDPR, itu bisa dilihat bagaimana dia memprotect masing-masing citizen, warga uni Eropa, dimanapun dia berada, dia terlindungi data pribadinya," sambung Wishnutama.

Menurutnya era digital saat ini merupakan sebuah inovasi yang berbeda dari sebelumnya. Transformasi digital melahirkan multi-platform yang justru membuka banyak dan bisa membuka kesempatan yang lebih luas.

Untuk diperlukan regulasi yang menjamin data masyarakat dari pencurian-pencurian maupun pembelian data ilegal. "Hak kita untuk dilindungi sebagai bangsa yang merdeka berdigital, merdeka berdigital itu artinya jangan merasa takut berdigital," pungkas Wishnutama. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD