Selanjutnya, Kota Jakarta Barat sebesar 45,29 persen, sedangkan posisi terbawah ditempati oleh Kota Jakarta Selatan dengan capaian 41,05 persen.
Melihat posisi Jakarta Selatan yang masih tertinggal dibandingkan wilayah administratif lainnya, Amalia secara khusus memberikan motivasi kepada jajaran petugas di lapangan. Dia mengajak seluruh pihak memberikan apresiasi yang mampu memicu akselerasi pendataan di wilayah tersebut agar target waktu penyelesaian komprehensif dapat tercapai tepat waktu.
"Tapi kalau yang paling bawah harusnya ditepukkinya paling keras supaya semakin semangat, yaitu paling bawah adalah Kota Jakarta Selatan. Supaya semakin semangat Kepala BPS Kota Jakarta Selatan semakin semangat dengan tepuk tangan yang paling keras di atas yang ada di sini," kata Amalia.
Amalia menegaskan pentingnya akurasi dan kesuksesan draf data SE2026 di Jakarta karena wilayah ini memegang peranan krusial sebagai episentrum kekuatan finansial nasional.
Lebih lanjut, Kepala BPS menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas ketegasan kepemimpinannya dalam mengawal program strategis ini. Komitmen kuat pemerintah daerah diwujudkan melalui penerbitan instrumen regulasi lokal guna memastikan seluruh pelaku usaha bersikap kooperatif saat didatangi oleh petugas sensus.