AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Simak Fakta-fakta Garuda (GIAA) Kembalikan Pesawat, Ternyata Harga Sewa Termahal Dunia

ECONOMICS
Okezone
Senin, 14 Juni 2021 07:27 WIB
Garuda melakukan percepatan pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya.
Simak Fakta-fakta Garuda (GIAA) Kembalikan Pesawat, Ternyata Harga Sewa Termahal Dunia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan percepatan pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya. 

Adapun percepatan pengembalian tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat, dimana, salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait. 

Berikut adalah fakta pengembalian pesawat garuda yang dirangkum MNC Portal, Senin (14/6/2021). 

1. Alasan pesawat dikembalikan 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat. 

"Hal ini merupakan langkah penting yang perlu kami lakukan di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi Covid-19 dimana fokus utama kami adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru," ujar Irfan. 

2. Tinggal 50 Pesawat 

Garuda hanya mengoperasikan 50 pesawat saat ini. Minimnya operasional disebabkan terbatasnya cash flow perusahaan. 

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebut, ada sejumlah tindakan yang dilakukan pemegang saham saat ini. Misalnya penundaan pembayaran, pengembalian sejumlah armada kepada lessor. 

3. Restrukturisasi Kredit 

Pemerintah pun tengah melakukan kajian bersama penasehat atau tim konsultan keuangan untuk membahas skema restrukturisasi dengan kreditur Garuda Indonesia. 

"Saat ini beroperasi minimum sekitar 50-an pesawat, kita harus mengambil tindakan yang drastis, maka ini tinggal tunggu waktu karena cash flow terbatas, setiap bulan minus, kami sedang lakukan kajian dengan para advisor untuk mengambil tindakan dengan kreditur," ujar Tiko sapaan akrab Kartika dikutip, Kamis (10/6/2021). 

4. Biaya Sewa Pesawat 

Harga sewa pesawat yang ditetapkan lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tercatat paling tinggi di dunia. Nilainya mencapai 60%. 

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyebut, harga sewa pesawat itu sebelumnya sudah disepakati oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dengan perusahaan penyewa. 

"Kita tahu bahwa Garuda ini kondisinya seperti ini karena penyewa pesawat ugal-ugalan di masa yang lalu. Dari Dirut-nya sudah ditangkap KPK. Dan ini adalah mereka menyewa pesawat," ujar Arya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD