AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Garuda Gunakan Dana Obligasi Rp1 Triliun untuk Bayar Avtur ke Pertamina 

MARKET NEWS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 16:51 WIB
Garuda Indonesia menggunakan dana Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp 1 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran bahan bakar avtur ke Pertamina.
Garuda Gunakan Dana Obligasi Rp1 Triliun untuk Bayar Avtur ke Pertamina  (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menggunakan dana Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp 1 triliun untuk memenuhi kewajiban pembayaran bahan bakar avtur ke PT Pertamina (Persero). 

Jumlah tersebut adalah sekian persen dari OWK dengan nilai penerbitan sebesar Rp 8,5 triliun yang sudah dicairkan untuk membayar biaya bahan bakar avtur. 

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti menyebut, jumlah OWK maksimal Rp8,5 triliun dan dengan jangka waktu maksimal 7 tahun. Emiten telah mencairkan sebesar Rp1 triliun sejak 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya 

"Perseroan telah mencairkan sebesar Rp 1 triliun pada tanggal 4 Februari 2021 dan telah digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya bahan bakar kepada Pertamina," ujar Mitra dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (11/6/2021).

Manajemen Garuda Indonesia mencatat, untuk rencana pencairan selanjutnya,  terdapat beberapa persyaratan yang ditetapkan pemerintah dan harus dipenuhi oleh emiten pelat merah tersebut. 

Meski begitu, GIAA belum memenuhi keseluruhan persyaratan dalam pencairan CB tahap selanjutnya, yang dalam hal ini disebabkan oleh tekanan kinerja dan kondisi keuangan perusahaan sejak awal 2021 yang masih berdampak secara signifikan pandemik Covid-19. 

Khususnya, berkenaan dengan munculnya varian baru virus corona yang menyebabkan diberlakukannya kembali sejumlah pembatasan dan kebijakan pembatasan pergerakan. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD