AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Simak Ya! Begini Cara Mudah Menjauhkan Diri Dari Godaan Investasi Bodong

ECONOMICS
Ichsan Amin
Kamis, 02 Desember 2021 13:35 WIB
Sepanjang 2021 banyak kasus investasi bodong yang menjerat masyarakat awam.
Sepanjang 2021 banyak kasus investasi bodong yang menjerat masyarakat awam.
Sepanjang 2021 banyak kasus investasi bodong yang menjerat masyarakat awam.

IDXChannel - Sepanjang 2021 banyak kasus investasi bodong yang menjerat masyarakat awam. Padahal, jika ditelisik investasi bodong bisa ditelusur dengan ciri-ciri janji investasi diluar batas kewajaran dan diberikan dalam waktu singkat.

Chief Executive Officer (CEO) aplikasi investasi Bibit, Sigit Kauwagam mengungkapkan, indikasi lain investasi bodong online yakni adanya keharusan investor merekrut anggota lain serta ketidakjelasan alamat resmi usaha investasi online tersebut.

“Ciri lain, adanya ajakan investasi yang dilakukan menyerupai skema ponzi atau money game. Terakhir, bonus atau imbal hasil investasi hanya bisa dicairkan apabila kita merekrut atau mengajak anggota baru,” ucapnya.

Sigit menyarankan, publik tidak melek investasi. Caranya dengan mengikuti berbagai edukasi maupun kelas-kelas yang diadakan investasi online resmi. “Investasi online resmi ya harus dilihat lagi pada persyaratan oleh OJK. Diantaranya alamat resmi ada, janji-janji dalam batas yang wajar serta sosialisasi terus menerus tanpa putus via webinar maupun komunikasi resmi lainnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/11/2021).

Mengacu data OJK, praktik-praktik investasi bodong telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp117,4 triliun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Angka ini lebih besar dari APBD DKI Jakarta pada 2021 (Rp84,19 triliun) dan hampir 12 kali lipat dari anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 (Rp10,43 triliun).

“Tentu angka yang fantastis ini sudah selayaknya menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan di dalam ekosistem jasa keuangan. Perlu adanya langkah-langkah nyata agar tidak ada lagi masyarakat, termasuk kita, yang menjadi korban berikutnya,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD