IDXChannel - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mendorong maskapai penerbangan mempercepat pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan penumpang.
Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto mengatakan, penanganan penumpang menjadi salah satu tantangan bagi maskapai seiring besarnya jumlah perjalanan dan penumpang serta kompleksitas operasional penerbangan.
Menurut dia, sistem penanganan penumpang yang efektif dan efisien tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan pelanggan, tetapi juga dapat mendukung keselamatan dan keamanan operasional serta meningkatkan kinerja bisnis maskapai.
"Penanganan penumpang yang efektif dan efisien dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan, meningkatkan kenyamanan penumpang dan pada akhirnya meningkatkan bisnis maskapai penerbangan serta stakeholder lain yang terhubung," ujar Bayu dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, KIU System Solutions memperkenalkan sistem digital holistik untuk penerbangan komersial modern yang mengintegrasikan berbagai proses maskapai, mulai dari pemesanan tiket hingga penyelesaian transaksi dalam sistem akuntansi pendapatan.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Passenger Service System (KIU PSS & DCS) yang terintegrasi dengan Departure Control System (DCS), mesin e-commerce, kapabilitas seluler, serta modul KIU Allotment Manager untuk menangani kebutuhan perjanjian operator tur.
Selain itu, KIU memperkenalkan KIUT AI Concierge, asisten perjalanan berbasis Generative AI yang dapat melayani penumpang melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk WhatsApp, Telegram, dan Web Messenger.
Sistem tersebut diklaim mampu menangani transaksi dalam volume besar serta memahami emosi dan preferensi pengguna dalam lebih dari 75 bahasa. Teknologi ini juga dapat mendukung penjualan langsung, upselling otomatis, hingga proses rebooking akibat gangguan penerbangan atau irregular operations (IROPS) secara otomatis.
Dari sisi keuangan, KIU menawarkan sistem KIU Admin - Revenue Accounting yang memungkinkan pencatatan pendapatan secara real-time. Sistem tersebut dapat menerbitkan Electronic Miscellaneous Documents (EMD), mengotomatisasi rekonsiliasi, hingga melakukan audit penjualan untuk membantu mencegah kekurangan tagihan kepada agen atau under-collection.
Bayu berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu maskapai anggota INACA meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
"Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan maskapai penerbangan anggota INACA terhadap kenyamanan penumpang, meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional penerbangan serta bisnis maskapai penerbangan," kata Bayu.
KIU System Solutions merupakan perusahaan teknologi penerbangan berbasis di Uruguay yang dikembangkan oleh para veteran industri penerbangan. Perusahaan tersebut mengusung prinsip 'Airliners building for Airliners', dengan sekitar 90 persen timnya berasal dari industri penerbangan.
KIU membangun ekosistem teknologinya dengan pendekatan cloud-native dan menggunakan Amazon Web Services (AWS). Perusahaan tersebut juga menjadi mitra strategis resmi International Air Transport Association (IATA) dalam mendorong perkembangan industri menuju sistem terpadu 'Offers and Orders'.
Saat ini, KIU memiliki afiliasi dengan lebih dari 79 maskapai penerbangan di lebih dari 36 negara melalui jaringan 14 kantor internasional. KIU juga mengoperasikan Global Distribution System (KIU GDS) yang menghubungkan inventaris 152 maskapai dengan lebih dari 45 ribu agen perjalanan di berbagai negara.
(Dhera Arizona)