IDXChannel - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan hingga Papua mulai mengganggu operasional industri penerbangan nasional sejak pertengahan Agustus 2026.
Penurunan jarak pandang akibat paparan kabut asap pekat memaksa maskapai melakukan penundaan jadwal, pengalihan pendaratan, hingga pembatalan penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang.
Kementerian Perhubungan mencatat gangguan terparah terkonsentrasi di tiga wilayah utama, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang ini merupakan keadaan kahar, sehingga seluruh maskapai diwajibkan menyesuaikan jadwal terbang dan menomorsatukan aspek keselamatan.
"Kabut asap karhutla sudah berdampak nyata terhadap operasional maskapai secara industri karena visibility turun di bawah batas aman untuk lepas landas maupun mendarat. Di Bandara Singkawang terjadi pembatalan rute Jakarta-Singkawang pulang-pergi untuk TransNusa dan Super Air Jet pada 16, 18, dan 19 Agustus, sementara di Bandara Supadio Pontianak tercatat sedikitnya 21 penerbangan delay dan satu dialihkan ke Batam," ujar Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto dalam keterangan tertulis yang diterima iNews Media Group, Sabtu (5/9/2026).