Sejauh ini, Pertamina berpeluang menjadi pembeli utama gas dari Blok Masela. Selain itu, terdapat lima calon pembeli lainnya yang berasal dari perusahaan energi global, yaitu Osaka Gas Jepang, Kyushu Elektrik Jepang, Shell Trading, BP Trading, dan Chevron Trading.
Di sisi lain, SKK Migas juga menerima surat dari CEO Inpex, Takayuki Ueda, yang menyatakan kesediaan perusahaan Jepang itu untuk mengirimkan kargo LPG dari Australia ke Indonesia.
“Surat dari CEO Inpex bahwa Inpex bersedia mengirim cargo cargo LPG dari Produksi Inpex di Australia untuk Indonesia,” ungkap Djoko.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu dengan CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda, Minggu (15/3/2026). Pertemuan tersebut untuk memastikan percepatan proyek Blok Masela yang nilainya mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun (dengan kurs Rp16.900 per dolar AS).
Bahlil bahkan mengapresiasi kemajuan pembangunan proyek ini, yang telah mencapai sekitar 25 persen. Melihat kemajuan yang signifikan ini, Bahlil menegaskan keinginannya agar Proyek Abadi Masela dapat memajukan FEED pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya di kuartal ketiga tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender EPC.