Sejauh ini, Pertamina berpeluang menjadi pembeli utama gas dari Blok Masela. Selain itu, terdapat lima calon pembeli lainnya yang berasal dari perusahaan energi global, yaitu Osaka Gas Jepang, Kyushu Elektrik Jepang, Shell Trading, BP Trading, dan Chevron Trading.
Di sisi lain, SKK Migas juga menerima surat dari CEO Inpex, Takayuki Ueda, yang menyatakan kesediaan perusahaan Jepang itu untuk mengirimkan kargo LPG dari Australia ke Indonesia.
“Surat dari CEO Inpex bahwa Inpex bersedia mengirim cargo cargo LPG dari Produksi Inpex di Australia untuk Indonesia,” ungkap Djoko.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan signifikan setelah dilakukan pertemuan intensif sepanjang 2025.
Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai USD20,9 miliar, yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).