Bahlil menambahkan bahwa secara keseluruhan nilai investasi proyek diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun, sekaligus menegaskan dominasi sektor ESDM dalam struktur investasi yang masuk. Ia menegaskan bahwa pemerintah menargetkan percepatan implementasi proyek tersebut, termasuk pelaksanaan tender EPC serta penyelesaian FEED 2026.
"Nah, tugas saya sebagai Menteri ESDM, Presiden tadi dalam arahannya, ketika saya pertemukan Presiden Direktur daripada Inpex, dengan Presiden, mengharapkan agar proyek ini bisa cepat diimplementasikan. Dan tahun ini, 2026, tender EPC-nya akan kita lakukan. FEED-nya juga akan selesai. Dan kita minta untuk dipercepat," ujarnya di sela kunjungan kerja di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa percepatan proyek ini akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar (giant) yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia. Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional.
(Febrina Ratna Iskana)