Sensor tersebut mengumpulkan data secara real-time dan mengirimkannya ke perangkat pintar milik petani. Ketika tanah terdeteksi kering, sistem IoT akan otomatis membuka katup air. Air bersama nutrisi (fertigasi) kemudian dialirkan secara perlahan dan langsung menuju ke zona akar tanaman melalui pipa-pipa tetes.
Dia menegaskan, PLN tidak hanya hadir untuk menyediakan energi listrik, tetapi juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan pemberdayaan masyarakat.
"PLN tidak hanya berperan dalam menyediakan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui program electrifying agriculture untuk memodernisasi pertanian yang berupa Smartfarming yang kami implementasi di Desa Kluwut," ujarnya.
Melalui program Smart Farming IoT ini, PLN berharap dapat mendorong efisiensi proses produksi, meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, serta menumbuhkan minat generasi muda di Desa Kluwut untuk kembali terlibat dalam sektor pertanian modern.
"Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan energi listrik secara produktif di tengah masyarakat," katanya.
(Dhera Arizona)