AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Soal Rencana Cukai Minuman Berpemanis, Ini Kata Kemenkeu

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 22 Juni 2021 06:47 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan penambahan objek barang kena cukai (BKC)
Soal Rencana Cukai Minuman Berpemanis, Ini Kata Kemenkeu (FOTO:MNC Media)
Soal Rencana Cukai Minuman Berpemanis, Ini Kata Kemenkeu (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan penambahan objek barang kena cukai (BKC). Adapun objek cukai baru yang telah diusulkan sejak tahun lalu adalah cukai karbon, kantong plastik dan minuman berpermanis. 

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menuturkan, kebijakan yang akan dirampungkan itu diharapkan sejalan dengan keputusan dari DPR. 

"Ini perpajakan yang baru untuk minuman pemanis masih dikaji pemerintah potensi jadi sumber penerimaan cukai yang baru ini sampai medium term. Untuk plastik masih kita sejalankan dengan DPR,"  kata Askolani dalam video virtual, Senin (21/6/2021). 

Pemerintah punya rencanan objek cukai yang bakal dioptimalisasikan dalam penerimaan pajak. "Kita planning mana yang layak untuk mendukung optimilisasi plastik saat ini masih diselesaikan sejalan dengan keputusan komisi xi ," katanya. 

Dia menambahkan, pemerintah akan melihat kajian tersebut apakah layak untuk diterapkan. Sehingga, bisa mendukung dari segi perpajakan untuk jangka menengah. 

"Hasil kajian itu layak dan bisa diimplementasikan untuk mendukung optimalisasi dari sisi perpajakan secara komprehensif jangka menengah," tandasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD