AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18012.15
-0.42%
-75.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
0.00
-100%
-14319.50
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Sri Mulyani Curhat Disindir dan Ditertawakan Pengamat Karena Kebijakan Stimulus di Awal Pandemi

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 05 Agustus 2022 16:47 WIB
Menkeu Sri Mulyani menyebut kebijakan pemerintah di awal pandemi Covid-19 justru mendapat sindiran dan tertawaan dari pengamat.
Sri Mulyani Curhat Disindir dan Ditertawakan Pengamat Karena Kebijakan Stimulus di Awal Pandemi. (Foto: MNC Media)
Sri Mulyani Curhat Disindir dan Ditertawakan Pengamat Karena Kebijakan Stimulus di Awal Pandemi. (Foto: MNC Media)

Ternyata, kebijakan stimulus tersebut menuai sindiran dan juga bahan tertawaan dari beberapa pengamat. Tak hanya itu, kritikan bertubi-tubi juga ditujukan kepada Sri. 

"Kebijakan saya waktu itu dinilai mengada-ngada, bahkan saya diketawain sama para pengamat. "Apa ini kok bikin stimulus buat tourism saja?" ucapnya.

Sebenarnya, Sri menyampaikan bahwa sudah ada peringatan terkait keuangan negara dengan awal merebaknya virus Covid-19 di China di tahun 2019, tetapi Menteri Kesehatan kala itu masih menyatakan kondisi Indonesia benar-benar aman.

"End of 2019, itu sudah ada kabarnya di Wuhan. Dan di Desember 2019 itu, Menkes sudah mengatakan prediksi kalau virusnya bakal ke sini. Tapi dia bilang 'belum ada masuk sepertinya sih bu sekarang'. Kayaknya telat saya pikir, cuma alarm sudah bunyi di situ," ujarnya.

Namun, ketika pandemi benar-benar menghantam Indonesia dan bahkan penularannya sangat cepat dan luas, maka respon pertama pemerintah adalah segera mengambil langkah untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari dampaknya, khususnya dalam mengamankan jaringan sosial dan juga pembenahan sektor kesehatan. 

"Fokus kita paling pertama adalah respon untuk menjaga masyarakat dari ancaman kesehatan, jaga masyarakat dari ancaman ekonomi dan sosial. Kemudian, baru jaga dunia usaha, mencegah supaya tidak ada bangkrut, dan menjaga stabilitas sistem keuangan," ujar Sri.

(FRI)

Halaman : 1 2 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD