AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Sri Mulyani Optimis Aktivitas Ekonomi Bakal Normal Selama Ramadan

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 01 April 2022 15:31 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat dapat meningkat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 2022.
Sri Mulyani Optimis Aktivitas Ekonomi Bakal Normal Selama Ramadan. (Foto: MNC Media)
Sri Mulyani Optimis Aktivitas Ekonomi Bakal Normal Selama Ramadan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat dapat meningkat selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 2022.

Untuk itu menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri diharapkan aktivitas masyarakat terus menunjukan peningkatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah gelombang selanjutnya.

"Kita optimis kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat makin meningkat seiring kemampuan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19, itu sebuah perkembangan yang sangat positif dan saya harap bisa dijaga meski kita mendekati Ramadan dan hari raya Idul Fitri,” kata Sri Mulyani dalam acara PPATK 3rd Legal Forum di Jakarta, dikutip dari program 1st Session Closing IDX Channel, Jumat (01/04/2022).

Terlebih lagi, pemerintah juga sedang berupaya mentransisikan masa pandemi menjadi endemi sehingga masyarakat dapat beraktivitas secara lebih leluasa dari sebelumnya.

Pemerintah akan terus memantau aktivitas masyarakat demi menjaga terjadinya gelombang lanjutan Covid-19 serta mewaspadai ancaman ekonomi dunia dan perubahan iklim yang tengah menjadi perbincangan disejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir. (TYO/TIRTA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD