AALI
12800
ABBA
194
ABDA
0
ABMM
3260
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4850
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
3310
AGAR
356
AGII
1945
AGRO
970
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1030
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.18
1.12%
+6.05
IHSG
6942.45
1.75%
+119.11
LQ45
1020.08
1.18%
+11.88
HSI
20502.48
1.9%
+381.80
N225
26708.55
1.16%
+305.71
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
867,040 / gram

Sri Mulyani Pamer Rekor Penerimaan Pajak Rp1.277,5 Triliun di DPR

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 19 Januari 2022 17:04 WIB
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan penerimaan pajak sepanjang 2021 yang tembus rekor tertinggi.
Sri Mulyani Pamer Rekor Penerimaan Pajak Rp1.277,5 Triliun di DPR (FOTO: Dok MNC Media)
Sri Mulyani Pamer Rekor Penerimaan Pajak Rp1.277,5 Triliun di DPR (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan penerimaan pajak sepanjang 2021 yang tembus rekor tertinggi selama 12 tahun terakhir.

Sri Mulyani mengatakan bahwa kinerja perekonomian tahun 2021 ditutup dengan sangat baik. Penerimaan negara berhasil melampaui target, di mana angkanya terkumpul sebesar Rp2.003,1 triliun atau mencapai 114,9 persen dibandingkan target yang sebesar Rp 1.743,6 triliun.

"Ini tak terlepas dari penerimaan pajak, kepabeanan hingga penerimaan negara bukan pajak tumbuh sangat tinggi di tahun lalu. Juga didukung harga komoditas yang meningkat sehingga penerimaan pajak melonjak 19,2 persen yoy," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu(19/1/2022).

Penerimaan pajak tahun lalu, sambung Sri, berhasil memecahkan rekor 12 tahun yang tak pernah tercapai targetnya. Dimana penerimaan pajak tercapai Rp 1.277,5 triliun atau 103,9 persen terhadap target APBN yang sebesar Rp 1.229,6 triliun.

"Semuanya di atas 100 persen atau tumbuh double digit diatas 20 persen," imbuhnya.

Menurut Sri, dengan kinerja yang baik ini masih ada saja pihak yang mengkritisi pemerintah. Padahal seharusnya dukungan diberikan terutama ini untuk kepentingan bersama.

"Ada yang memberikan komentar 'oh ini targetnya diturunkan'. Ini harusnya tidak muncul, karena seluruh isi APBN disusun pemerintah dengan DPR RI dengan mempertimbangkan kondisi yang terjadi saat itu terutama sangat melihat penyebaran COVID-19 yang terus bermutasi, nah target kan sama-sama kita pelototi kan ya bapak ibu sekalian. Jadi kita juga lihat berdasarkan growth, berdasarkan risiko dan seberapa kuat pemulihan," tegas Sri.

Dia berharap seluruh pihak bisa menghargai dan mengapresiasi kinerja pengumpul keuangan negara yang berhasil tahun ini walaupun di tengah ketidakpastian akibat COVID-19.

"Jadi kalau kita sekarang hadapi achievement yang cukup baik harusnya kreditnya tetap diberikan kepada mereka yang kerja luar biasa kuat dari sisi penerimaan pajak, bea cukai dan PNBP," tutup Sri Mulyani. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD