AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Sri Mulyani Sebut Utang Negara Naik Jadi Rp1.226,8 Triliun

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Selasa, 04 Mei 2021 19:08 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan ada kenaikan utang negara sebesar Rp 1.226,8 triliun.
utang indonesia

IDXChannel--Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan ada kenaikan utang negara sebesar Rp 1.226,8 triliun. Dalam video virtual (4/5/2021), Sri Mulyani menjelaskan kenaikan utang ini dialokasikan untuk pendapatan dan belanja negara (APBN) yang tengah bekerja keras dalam rangka menekan dampak dari Covid-19.

Ditambahkannya, kenaikan utang perlu diwaspadai lantaran saat ini terjadi kenaikan suku bunga global. Sri Mulyani pun menuturkan pemerintah akan berupaya mengambil kebijakan pembiayaan yang inovatif melalui pendalaman pasar guna mengurangi risiko kenaikan pembiayaan utang.

Pasalnya, tahun ini APBN masih akan bekerja keras untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi, sehingga APBN diprediksi masih mengalami defisit sebesar 5,7%  dari PDB.

"Inilah yang harus menjadi tantangan ke depan 2022 dimana kita perlu untuk mengakselerasi pemerintah ekonomi  dan sekaligus memulihkan kembali Kesehatan APBN yang sudah bekerja sangat keras dalam 2 tahun berturut-turut menghadapi pandemi ini," jelas Sri Mulyani. (IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD