AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Sri Mulyani Terus Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Krisis Global

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 31 Mei 2022 19:35 WIB
Dalam rapat dengan Banggar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai krisis global yang menjadi tantangan ke depan.
Sri Mulyani Terus Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Krisis Global
Sri Mulyani Terus Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan dan Energi di Tengah Krisis Global

IDXChannel - Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada hari ini (31/5), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai krisis global yang menjadi tantangan ke depan, khususnya dalam hal ketahanan pangan dan energi. Maka dari itu, fokus pemerintah untuk belanja untuk mendukung ketahanan pangan akan dilakukan dan dilanjutkan pada tahun 2023.

"Belanja untuk ketahanan dan keamanan pangan akan dilanjutkan, baik untuk infrastruktur, maupun untuk program sendiri yaitu program di bidang pertanian seperti untuk padi, jagung, bahkan kedelai dan tentu minyak sawit atau crude palm oil (CPO),” ujar Sri. 

Dia menyebutkan bahwa ketegangan geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina yang telah menimbulkan krisis pangan dan energi di berbagai penjuru dunia harus segera diantisipasi. Merespon situasi tersebut, Sri mengatakan bahwa Indonesia harus mampu untuk mengurangi risiko disrupsi supply dengan langkah antisipatif.

“Disrupsi supply ini harus terus kita antisipasi karena ini bukan krisis jangka pendek, ini merupakan krisis yang cukup struktural di level global. Maka dari itu diantisipasi risikonya di bidang pangan dan energi dengan menggunakan strategi APBN maupun non APBN," jelas Sri.

Dia menyampaikan bahwa strategi yang dilakukan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan dan energi adalah melalui stabilisasi harga dan melindungi daya beli, menjaga mekanisme pasar agar dapat berjalan optimal, serta mendorong produktivitas komoditas pangan dan energi.

"Juga dengan mendorong diversifikasi konsumsi khususnya pada komoditas energi, seperti optimalisasi penggunaan batubara, pengurangan impor migas, dan mengembangkan sumber energi bersih," pungkas Sri. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD